BERKENALAN DENGAN BAPAK ANTONIUS DWIJANTO

Penerbit Pohon Cahaya sangat berharap  agar buku lagu Ordinarium Misa berbahasa Latin, CANTATE, hasil karya Pastor Joseph Ansow PR dari Keuskupan Manado…diperkenalkan secara luas kepada umat Katolik di Indonesia,  untuk “Kemuliaan Tuhan dan Pengudusan Umat beriman” (seperti kata Pastor Harry Singkoh MSC yang memberikan Nihil Obstat kepada buku lagu ini).
Ketika penerbit diperkenalkan pada Bapak Antonius Dwijanto, sepertinya Tuhan mengirimkan OASE di padang gurun. 
Bapak Dwi (panggilan akrab beliau) memiliki background musik yang tidak diragukan lagi. Beliau, tanpa ragu,  langsung menanggapi permohonan penerbit, agar beliau berkenan mendukung misi sosialisasi dengan menyanyikan satu thema lagu yang ada pada buku Cantate. Dan beliau memilih thema CAPRANICA..
Setelah melalui beberapa kali Latihan persiapan yang matang, maka pada tanggal 1 Februari 2026, Kelompok Koor VINCENT CHOIR memeriahkan Perayaan Ekaristi di  Gereja Santo Yakobus Rasul, Mega Mendung, yang hasil rekamannya bisa dilihat pada video terlampir ini.

Ordinarium Misa Latin di Paroki Tobelo: Tidak Asing, Justru Mengakrabkan

Bagi umat Paroki Tobelo, Misa dengan Ordinarium berbahasa Latin sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru. Jauh sebelum dibicarakan kembali akhir-akhir ini, umat sudah pernah mendengar bahkan menyanyikan lagu-lagu Misa Cantate gubahan Pastor Jo Ansow Pr dalam berbagai perayaan. Melodinya yang khas dan ritmenya yang tenang masih terasa akrab di telinga, seolah mengingatkan kita pada kekayaan tradisi Gereja yang tetap hidup sampai hari ini.

Menariknya, proses latihan lagu-lagu Misa Cantate tata suara baru ternyata berjalan lebih mudah dari yang dibayangkan. Banyak anggota rukun, bahkan yang merupakan eks anggota gereja Protestan, dapat mengikuti dengan cepat. Hal ini menunjukkan bahwa musik liturgi memiliki bahasa universal—ia menyatukan, bukan membatasi. Fokus pada melodi yang sederhana dan pengulangan teks justru membantu semua orang merasa “masuk” tanpa beban.

Tentu saja, ada tantangan yang tidak bisa dihindari. Misa Cantate dengan tata suara baru, sedikit berbeda dengan aransemen aslinya, sehingga umat dan anggota koor perlu belajar kembali notasi dan cara menyanyikannya dengan tepat. Bagi sebagian orang, ini terasa seperti kembali ke bangku latihan. Namun justru di sinilah letak prosesnya: belajar bersama, bertumbuh bersama, dan perlahan menikmati keindahan liturgi yang tertata.

Kabar baiknya, anggota koor sangat menikmati pengalaman ini. Lagu-lagu Misa Cantate dengan tata suara baru yang pendek, sederhana, dan tidak berbelit-belit membuat suasana latihan menjadi lebih ringan dan menyenangkan. Tanpa kehilangan kekhusyukan, mereka bisa bernyanyi dengan hati gembira dan penuh penghayatan.

Pada akhirnya, Ordinarium Misa Latin di Paroki Tobelo bukan sekadar soal bahasa atau notasi. Ini adalah perjalanan iman yang mengajak umat untuk kembali menyelami kekayaan tradisi Gereja, sambil tetap melangkah bersama dalam semangat kebersamaan.

Dari Tobelo, kami belajar bahwa tradisi lama bisa tetap hidup, segar, dan menginspirasi—asal dijalani dengan hati yang terbuka.

Salam dari Tobelo 🙏

Bennie Ulahayanan (pelatih koor)

Tahun Porta Sancta Adalah moment untuk pembaharuan hidup.
Untuk itu itu kita perlu berkarya dengan segenap karunia yang sudah Tuhan berikan kepada kita , dengan melakukan berbagai macam kegiatan usaha dan karya untuk memuliakan Tuhan dan berbagi kepada sesama 🙏🏼

Memperhatikan ajakan dari Uskup Cornelius Sipayung OFM yang mengatakan *“Komsos itu menjadi corong, dari setiap komisi-komisi untuk mewartakan.* *Harusnya ada kerja sama antara komisi-komisi dengan Komsos sehingga Komsos itu menjadi corong dari setiap komisi untuk mewartakan*.”.

*“Warta itu harus disiarkan lewat media. Manusia berada di Media. Kita jangan tinggal berada di luar media. Kita bisa mempengaruhi, menampilkan hal-hal yang baik di media supaya semakin banyak orang bisa menyaksikan Kasih Allah lewat perwartaan kita”* (sumber : youtube Komsos KWI)

CANTATE tergerak untuk menyiarkan Kemuliaan Tuhan dan menyebarkan Kasih Allah… dengan mengajak umat menyanyikan lagu Ordinarium Misa berbahasa Latin CANTATE versi tata suara baru , dalam di lingkungan, paroki dan komunitas .

Bagi yang berminat memiliki Buku Partiturnya, bisa mengisi google form PRE ORDER di link ini:

SURAT IJIN DARI KOMISI LITURGI KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA, ATAS  SOSIALISASI LAGU ORDINARIUM MISA LATIN CANTATE

Pada tahun 2022, penerbit mengirim surat kepada Komisi Liturgi Keuskupan Agung Jakarta, untuk meminta ijin agar buku lagu Ordinarim Misa berbahasa Latin “Cantate”  bisa diedarkan di Keuskupan Agung Jakarta. Puji Tuhan, Komisi Liturgi KAJ memberikan tanggapan positif atas permohonan penerbit. Bahwa
lagu-lagu Ordinarium Misa berbahasa Latin Cantate, boleh dikoordinasikan kepada kelompok koor paroki atas seijin pastor paroki.

PASTOR PRIHATIN DENGAN “MISA DIAM” DI GEREJA PAROKI

Seorang pastor bercerita pada penerbit , karena beliau prihatin akan suasana Perayaan Ekaristi yang dipimpinnya.

Suatu hari, pastor hendak memimpin Misa. Dan pada saat pastor berada di dalam Sakristi, seorang petugas seksi liturgy mengingatkan pastor  bahwa “Misa ini, Misa diam, pastor!”

Pastor tersebut agak bingung dengan informasi petugas tersebut. dan  bertanya, “Apa maksudnya Misa diam?”.  Petugas liturgi tersebut menjelaskan  bahwa Misa diam adalah Misa Tanpa Nyanyian.  Dan…pastor itu pun merayakan misa yang ‘diam-diam saja itu’.

ISI BUKU LAGU ORDINARIUM MISA CANTATE

Jadikanlah dirimu,kelompok koormu, sebagai kaum penyanyi bagi Tuhan untuk menyusun lagu-lagu yang dapat membantu dan menciptakan suatu Perayaan Ekaristi yang mulia, megah dan mengesankan sesuai dengan kaidah-kaidah liturgis. 

Pada tahun 2009 sampai dengan 2015, Buku lagu  Cantate versi original, telah terbit dalam bentuk CD, yang diproduksi oleh Komsos Keuskupan Manado (edisi pertama) dan kemudian di terbitkan oleh OBOR pada album 2 dan 3.

Santo Carlo Acutis Santo milenial, teladan kekudusan di era digital

Halo sahabat milenial. Apakah sahabat milenial sangat senang xdan bersemangat pergi ke Perayaan Ekaristi setiap minggu? Atau sahabat milenial lebih senang bangun siang, bermain gadget? Kalau sahabat milenial masih punya banyak halangan dalam mengikuti Perayaan Ekaristi, semoga cerita mengenai Santo Carlo Acutis ini, bisa menjadi inspirasi bagi sahabat milenial untuk semakin mencintai Ekaristi dan menerima Komuni Suci setiap minggu. Selamat membaca yaaa

Santo Carlo Acutis

JAWABAN KECIL UNTUK SEBUAH PERTANYAAN BESAR

“Pastor, mana lagu-lagu khas katolik yang boleh kami dapatkan dalam rupa CD, Kaset ataupun semacamnya?” tanya seorang pemuda kepadaku dengan serius pada suatu kesempatan bertemu. 

Saya tidak langsung menjawab dan bahkan tidak mampu menjawab karena sadar betul betapa kurangnya alat-alat bantu rohani seperti itu. Dengan sambil lalu aku bergumam, “Tunggu saja suatu saat akan datang!”

Alasan Penting Kenapa Kamu Harus Memiliki Karya Ini !

.

Sesungguhnya musik liturgi Gereja Katolik bukan sesuatu yang terpisah dan sekedar dimasukkan atau ditempelkan dalam liturgi. Sebaliknya, musik liturgi Gereja Katolik adalah bagian yang utuh dari liturgi, bahkan adalah liturgi itu sendiri. Karenanya musik liturgi harus dipersiapkan dan diolah sebaik mungkin (secara teknis musikal, vokal, dan alat musik pengiring) agar berhasil menjalankan perannya, yaitu mengungkapkan doa secara lebih menarik dan menyatakan misteri liturgi secara lebih jelas. 

 

Distribusi Buku Cantate

Buku Cantate edisi tata suara baru, sudah di distribusikan secara terbatas , pada bulan Maret 2023 menjelang Paskah.
Sebanyak 60 umat . khususnya para pegiat paduan suara (anggota, dirigen, organis) memesan Buku Cantate Edisi Tata Suara Baru. Hanya melalui perpanjangan tangan 60 umat, buku Cantate Edisi Tata Suara Baru , telah tersebar sebanyak 342 buku, di 60 paroki dan 21 Keuskupan.
Dan mendapat tanggapan positif seperti yang bisa di lihat pada Testimoni berikut….

TESTIMONIAL UMAT ATAS BUKU CANTATE EDISI BARU 2022

Simak Apa Kata Mereka

Bagikan Informasi Ini

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp
Threads